Oleh: wr.agus | 2 Mei 2010

PTK (“INTERAKTIF” 4)

BAB    III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilaksankan adala Penelitian Tindakan Kelas. Adapun yang dimaksud dengan Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh seorang guru dalam kawasan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.

Pengertian ini merujuk pada  pendapat Ebbut (Kasihani Kasbolah, 1999:14) ang menyatakan: ‘Penelitian Tindakan merupakan study yang sistematis yang dilakukan dalam upaya memperbaiki praktik-praktik dalam pendidikan dengan melakukan tndakan praktis serta refleksi dari tindakan tersebut.

B. Prosedur Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan merujuk pad model spiral Kemmis dan Mc. Taggart (1988), dengan rencana tindakan 2 (dua) siklus, yang setiap siklusnya terdiri dari:

1.    Perencnaan

2.    Pelaksanaan Tindakan

3.    Observasi

4.    Refleksi

C. Lokasi dan Subyek Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SDN Cemarajaya II, Cibuaya, Kabupaten Karawang pada Tahun Pelajaran 2009/2010. Adapun subyek penelitian adalah siswa kelas VI.

D. Teknik Pengumpulan Data

Berdasarkan pada tujuan penelitian, maka pengumpulan data dilakukan melalui test evaluasi hasil belajar dan lembar observasi.

E. Teknik Analisa Data

Analisa data hasil penelitian akan dilakukan dengan merujuk pada pengelolaan data menurut Hopkin (Kanda Ruskandi, 2001:55) melalui tahapan berikut:

  1. Pengumpulan data,
  2. Validasi data,
  3. Interpretasi data

***** oOo *****

BAB    IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data Studi Pendahuluan

1. Kondisi Siswa Kelas VI

Siswa kelas VI SDN Cemarajaya II, Cibuaya berjumlah 31 (tiga puluh satu) orang, terdiri dari 22 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Dari keseluruhan siswa kelas VI, 40% berasal dari keluarga tidak mampu dan 60% berasal dari keluarga ekonomi sedang serta rata-rata tingkat kehadiran siswa sebesar 98% perbulan.

Rata-rata nilai ulangan harian pada mata pelajaran IPA yang telah diperoleh siswa menunjukkan bahwa dari keseluruhan siswa kelas VI yang berjumlah 31 orang, 14 siswa (45%) masih mendapat nilai di bawah 6,  9 siswa (29%) mendapat nilai antara 6 s.d. 7 dan hanya 8 siswa (26%) yang mendapat nilai di atas 7

2. Kondisi Guru

Guru kelas VI dalam hal ini peneliti, berlatar pendidikan S-1 PGSD tahun 2005. Peneliti mulai tugas di SDN Cemarajaya pada awal tahun pelajaran 2008/2009. Sejak memulai tugas di SDN Cemarajaya II, peneliti mendapat tugas sebagai guru kelas VI sampai penelitian ini dilaksanakan.

3. Kondisi Sumber Belajar

Dalam melaksanakan proses pembelajaran IPA, peneliti tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh sumber belajar. Buku sumber yang digunakan adalah Buku IPA Bse Depdiknas kelas VI dengan rasio 1 buku 1 orang. Selain buku paket, tersedia pula alat peraga IPA, diantaranya KIT IPA, minuatur tata surya, poster organ tubuh.

4. Kondisi Fasilitas Sekolah

Sejak tahun pelajaran 2008/2009 SDN Cemarajaya, berubah status menjadi SDN-SMPN Satu Atap (SATAP), dengan jumlah ruang belajar sebanyak 5 lokal (SD) dan 3 lokal (SMP). Selain itu terdapat pula kantor guru, fasilitas ibadah (musholla), Aula, Perpustakaan, MCK, dan Gudang, beserta alat peraga SD-SMP.

B. Penerapan Metode Interaktif dalam Proses Pembelajaran IPA

1. Siklus I

Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 23 Februari s.d. 3 Maret 2010 dengan tahapan sebagai berikut:

1.1          Tahap perencanaan

Tahap perencanaan pada siklus I diawali dengan pengumpulan data awal berupa rata-rata nilai ulangan harian yang telah diperoleh siswa yang kemudian diolah dan dianalisa, dengan menentukan nilai rata-rata kelas, median serta pencapaian kelulusan dengan acuan KKM yang telah ditetapkan di awal semester (KKM=68).

Adapun data yang berhasil diperoleh sebagai berikut:

TABEL 4.1

RATA-RATA NILAI ULANGAN IPA

SISWA KELAS VI SDN CEMARAJAYA

SEMESTER II, TAHUN PELAJARAN 2009/2010

KKM = 66

NO

NAMA SISWA

RATA-RATA NILAI

LULUS

TIDAK

ULANGAN HARIAN SISWA

LULUS

1

ACHMAD RIANDI BAHRI 35
2 INTAN SUSENO 60
3 PINLIAH 35
4 SUNANTO 40
5 CUWANDI 45
6 FITRI KLODIA 38
7 AHMAD MAULANA 30
8 KRISDAYANTI 56
9 ADE SURYANA 67
10 ANITA AGUSTIANI 35
11 ENDRA MAULANA 75
12 EKA MULYANA 60
13 INDAH HANDAYANI 75
14 MUHAMAD MARTA 61
15 MUHAMMAD SAMSUDIN 65
16 MUHAMAD NASIR 74
17 MUHAMMAD ARDIANTO DINATA 70
18 NURJAMAN 58
19 NURLELAH 54
20 RUDI BAHTIAR 40
21 RUDI SANTOSO 76
22 RENDI JULIANTO 78
23 SUMA 55
24 SAIPUL ANWAR 62
25 SANDITA 67
26 YUYUNG DAMAYANTI 30
27 YANA 63
28 ABDUL ROHMAN 46
29 SARJANA 70
30 SRI MULYANI 78
31 WANDI 62
JUMLAH NILAI 1760
RATA-RATA NILAI 56.77
MEDIAN 60
PROSENTASE LULUS 29.03
PROSENTASE  TIDAK LULUS 70.97

Dari data di atas terlihat bahwa dari keseluruhan siswa kelas VI yang berjumlah 31 orang, 14 siswa (45%) masih mendapat nilai di bawah 6,  9 siswa (29%) mendapat nilai antara 6 s.d. 7 dan hanya 8 siswa (26%) yang mendapat nilai di atas 7, dengan median nilai 60. Diketahui pula bahwa siswa yang lulus melampaui KKM hanya 29,03% sedangkan yang tidak lulus mencapai 70,97%.

Setelah melakukan pengolahan dan analisa data awal, langkah selanjutnya adalah membuat scenario pembelajaran, sebagai berikut:

1. Membagi siswa menjadi 6 kelompok dengan persebaran prestasi  siswa merata pada setiap kelompok, serta pembagian jumlah anggota kelompok sebagai berikut:

Tabel 4.2

Pembagian Kelompok Siklus I

KELOMPOK JUMLAH ANGGOTA KETUA KELOMPOK
I 5 Rendi J
II 5 Rudi S
III 5 Indah H
IV 5 Sri Mulyani
V 5 M Nasir
VI 6 Endra

2. Menentukan Kompetensi Dasar dan Indikator yang akan dipelajari, yaitu KD: Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energy listrik.

3. Membuat RPP.

4. Mempersiapkan instrument penilaian, berupa lembar observasi dan tes evaluasi hasil belajar siswa.

1.2          Tahap Pelaksanaan Tindakan dan Observasi

a. Pelaksanaan Tindakan

Peneliti melaksanakan proses pembelajaran dengan mengacu pada rencana pembelajaran yang telah dibuat (RPP).

b. Observasi

Observasi dilakukan oleh rekan sejawat pada saat proses pembelajaran berlangsung. Obyek observasi adalah guru dan siswa.

1.3          Tahap Refleksi

Secara teknis tahap ini terbagi menjadi 2 sub, yaitu a) tahap pengolahan data, b) tahap analisa data (refleksi).

a)        Tahap pengolahan data

Data yang diperoleh dari hasil evaluasi sebagai berikut:

TABEL 4.3

NILAI EVALUASI HASIL BELAJAR

SISWA KELAS VI SDN CEMARAJAYA

PTK SIKLUS I

KKM = 66
NO NAMA SISWA RATA-RATA NILAI LULUS TIDAK
ULANGAN HARIAN SISWA LULUS
1 ACHMAD RIANDI BAHRI 40
2 INTAN SUSENO 69
3 PINLIAH 40
4 SUNANTO 46
5 CUWANDI 52
6 FITRI KLODIA 44
7 AHMAD MAULANA 35
8 KRISDAYANTI 64
9 ADE SURYANA 77
10 ANITA AGUSTIANI 40
11 ENDRA MAULANA 86
12 EKA MULYANA 69
13 INDAH HANDAYANI 86
14 MUHAMAD MARTA 70
15 MUHAMMAD SAMSUDIN 75
16 MUHAMAD NASIR 85
17 MUHAMMAD ARDIANTO DINATA 80
18 NURJAMAN 67
19 NURLELAH 62
20 RUDI BAHTIAR 46
21 RUDI SANTOSO 87
22 RENDI JULIANTO 90
23 SUMA 63
24 SAIPUL ANWAR 71
25 SANDITA 77
26 YUYUNG DAMAYANTI 35
27 YANA 73
28 ABDUL ROHMAN 53
29 SARJANA 81
30 SRI MULYANI 90
31 WANDI 71
JUMLAH NILAI 2024
RATA-RATA NILAI 65.29
MEDIAN 69
PROSENTASE LULUS 58.06
PROSENTASE  TIDAK LULUS 41.94

b)        Tahap Refleksi

Setelah melakukan konfirmasi data hasil observasi dengan rekan sejawat yang menjadi observer diperoleh kesimpulan bahwa pnerapan metode interaksi belum optimal dilaksanakan. Hal itu terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung ada beberapa siswa yang aktif negative (tampak aktif, tapi tidak memperhatikan penjelasan guru dan kurang disiplin dalam melaksanakan tugas). Selain itu keaktifan siswa masih didominasi oleh beberapa siswa, sedangkan sebagian besar siswa lainnya belum menunjukkan keberaniannya untuk  aktif berinteraksi dan menyampaikan gagasannya kepada guru maupun kepada sesama anggota kelompok.

Meskipun data hasil observasi belum menunjukkan perubahann yang signifikan terhadap keaktifan siswa, namun data hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai yang diperoleh siswa pada PTK siklus I dibandingkan dengan nilai yang mereka peroleh sebelum peaksanaan metode interaktif.

TABEL 4.4

PERBANDINGAN DATA NILAI SISWA

NO KETERANGAN SEBELUM PTK PTK SIKLUS I
1 JUMLAH NILAI 1760 2024
2 RATA-RATA NILAI 56,77 65,29
3 MEDIAN 60 69
4 PROSENTASE LULUS 29,03 58,06
5 PROSENTASE  TIDAK LULUS 70,97 41,94

Data di atas menunjukkan adanya peningkatan nilai hasil belajar siswa pada pelaksanaan PTK Siklus I dibandingkan dengan nilai sebelum pelaksanaan PTK. Terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada nilai median dan prosentase kelulusan, namun rata-rata nilai siswa belum menunjukkan peningkatan yang tinggi. Hal tersebut mencerminkan adanya perbedaan nilai yang cukup mencolok diantara siswa.

Kondisi ini mendorong peneliti untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode interaktif pada siklus II dengan lebih memperhatikan perbedaan individu siswa yang selanjutnya memotivasi mereka untuk aktif dalam proses pembelajaran.

2. Siklus II

2.1. Tahap Perencanaan

Siklus II dilaksanakan pada tanggal 9 s.d 13 Maret 2010.

Setelah melakukan pengolahan dan analisa data hasil PTK siklus I, langkah selanjutnya adalah membuat scenario pembelajaran, sebagai berikut:

  1. Membagi siswa menjadi 8 kelompok dengan persebaran prestasi  siswa merata pada setiap kelompok, serta pembagian jumlah anggota kelompok sebagai berikut:

Tabel 4.5

Pembagian Kelompok Siklus II

KELOMPOK JUMLAH ANGGOTA KETUA KELOMPOK
I 4 Indah H
II 4 Sri Mulyani
III 4 M Nasir
IV 4 Endra M
V 4 Sarjana
VI 4 M Ardianto D
VII 4 Rudi S
VIII 3 Rendi J
  1. Menentukan Kompetensi Dasar dan Indikator yang akan dipelajari, yaitu KD: Mengidentifikasi kegunaan energi listrik dan berpartisipasi dalam penghematannya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Membuat RPP.
  3. Mempersiapkan instrument penilaian, berupa lembar observasi dan tes evaluasi hasil belajar siswa.

2.2    Tahap Pelaksanaan Tindakan dan Observasi

1. Pelaksanaan Tindakan

Peneliti melaksanakan proses pembelajaran dengan mengacu pada rencana pembelajaran yang telah dibuat (RPP).

2. Observasi

Observasi dilakukan oleh rekan sejawat pada saat proses pembelajaran berlangsung. Obyek observasi adalah guru dan siswa.

2.3          Tahap Refleksi

Seperti pada siklus I, refleksi pada siklus II pun secara teknis terbagi menjadi 2 sub, yaitu a) tahap pengolahan data, b) tahap analisa data (refleksi).

a)      Tahap pengolahan data

Data yang diperoleh dari hasil evaluasi sebagai berikut:

TABEL 4.6

NILAI EVALUASI HASIL BELAJAR

SISWA KELAS VI SDN CEMARAJAYA

PTK SIKLUS II

KKM = 66
NO NAMA SISWA RATA-RATA NILAI LULUS TIDAK
ULANGAN HARIAN SISWA LULUS
1 ACHMAD RIANDI BAHRI 42
2 INTAN SUSENO 72
3 PINLIAH 42
4 SUNANTO 48
5 CUWANDI 54
6 FITRI KLODIA 46
7 AHMAD MAULANA 36
8 KRISDAYANTI 67
9 ADE SURYANA 80
10 ANITA AGUSTIANI 42
11 ENDRA MAULANA 90
12 EKA MULYANA 72
13 INDAH HANDAYANI 90
14 MUHAMAD MARTA 73
15 MUHAMMAD SAMSUDIN 78
16 MUHAMAD NASIR 89
17 MUHAMMAD ARDIANTO DINATA 84
18 NURJAMAN 69
19 NURLELAH 65
20 RUDI BAHTIAR 48
21 RUDI SANTOSO 91
22 RENDI JULIANTO 94
23 SUMA 66
24 SAIPUL ANWAR 74
25 SANDITA 80
26 YUYUNG DAMAYANTI 36
27 YANA 76
28 ABDUL ROHMAN 55
29 SARJANA 84
30 SRI MULYANI 94
31 WANDI 74
JUMLAH NILAI 2111
RATA-RATA NILAI 68.10
MEDIAN 72
PROSENTASE LULUS 64.52
PROSENTASE  TIDAK LULUS 35.48

b)        Tahap Refleksi

Setelah melakukan konfirmasi data hasil observasi dengan rekan sejawat yang menjadi observer diperoleh kesimpulan bahwa penerapan metode interaksi sudah menghasilkan adanya perubahan sikap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal itu terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung siswa yang aktif negative mulai berkurang. Siswa mulai terkondisi dan tampak antusias dalam melaksanakan pembelajaran secara interaktif.

Data hasil evaluasi pun menunjukkan adanya peningkatan nilai yang cukup signifikan diperoleh siswa pada PTK siklus II dibandingkan dengan nilai yang mereka peroleh pada pelaksanaan PTK Siklus I.

TABEL 4.7

PERBANDINGAN DATA NILAI SISWA

NO KETERANGAN PTK SIKLUS I PTK SIKLUS II
JUMLAH NILAI 2024 2111
RATA-RATA NILAI 65,29 68,10
MEDIAN 69 72
PROSENTASE LULUS 58,06 64,52
PROSENTASE  TIDAK LULUS 41,94 35,48

Data di atas menunjukkan adanya peningkatan nilai hasil belajar siswa pada pelaksanaan PTK Siklus II dibandingkan dengan nilai pada pelaksanaan PTK siklus I. Terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada nilai median, prosentase kelulusan. Meskipun peningkatan rata-rata nilai siswa tidak terlalu tinggi, hal tersebut tetap mengindikasikan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa pada pelaksanaan PTK siklus II.

C. Pembahasan Hasil Penelitian Secara Keseluruhan

Perbandingan pencapaian hasil belajar siswa sebelum pelaksanaan PTK dengan  pencapaian setelah PTK siklus I dan siklus II secara ringkas tersaji pada table berikut:

TABEL 4.8

PERBANDINGAN DATA NILAI SISWA

NO KETERANGAN SEBELUM PTK PTK SIKLUS I PTK SIKLUS II
JUMLAH NILAI 1760 2024 2111
RATA-RATA NILAI 56,77 65,29 68,10
MEDIAN 60 69 72
PROSENTASE LULUS 29,03 58,06 64,52
PROSENTASE  TIDAK LULUS 70,97 41,94 35,48

Dari table tersebut tampak adanya peningkatan secara berkala nilai hasil belajar siswa.

Jumlah nilai siswa pada PTK siklus I mengalami kenaikan sebesar 264 dari jumlah nilai sebelum PTK, yaitu dari 1.760 menjadi 2.024 dan pada siklus II mengalami kenaikan sebesar 87 dari jumlah nilai PTK siklus I, yaitu dari 2.024 menjadi 2.111. Peningkatan jumlah nilai pada siklus II tidak terlalu signifikan, hal ini terjadi karena pada siklus I jumlah ilai siswa telah mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Rata-rata nilai siswa pada PTK siklus I mengalami kenaikan sebesar 8,52 dari rata-rata nilai sebelum PTK, yaitu dari 56,77 menjadi 65,29 dan pada siklus II mengalami kenaikan sebesar 2,81 dari rata-rata nilai PTK siklus I, yaitu dari 65,29 menjadi 68,10. Peningkatan rata-rata nilai pada siklus II lebih rendah dari pada peningkatan rata-rata nilai siswa pada siklus I, hal ini tentunya dipengaruhi oleh peningkatan jumlah nilai siswa.

Demikian pula pada pencapaian median dan prosentase kelulusan siswa pada pelaksanaan PTK siklus I lebih besar dari pada peningkatan median dan prosentase kelulusan pada pelaksanaan PTK siklus II.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.