BAB II
KERANGKA TEORI
A. Belajar dan Pembelajaran
1. Belajar
a. Pengertian Belajar
Morgan (Ngalim Purwanto, 1998:84) mengemukakan bahwa
‘belajar adalah setiap perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.’
Sedangkan Dimyati Mahmud (Sri Rukmini et. All, 1997:59) menyatakan bahwa
‘Belajar adalah suatu perubahan tingkah laku, baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung dan terjadi dalam diri seseorang karena pengalaman.’
Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang terjadi pada seseorang, baik berupa tingkah laku yang dapat diamati secara langsung (misal: gerakan tubuh) maupun tingkah laku yang tidak dapat diamati secara langsung (karakter/sifat) dan perubahan tersebut terjadi karena adanya proses latihan (pengalaman) yang dialami olehnya.
b. Bentuk-Bentuk Belajar
Syamsu Yusuf et. all. (1993:12) mengemukakan bentuk-bentuk belajar sebagai berikut:
1) Belajar keterampilan intelektual.
2) Belajar kognitif
3) Belajar verbal
4) Belajar keterampilan motorik
5) Belajar sikap
c. Gaya Belajar
“Gaya belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana ia menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi” Bobbi De porter et. all (2005:111).
Gaya belajar seseorang belum tentu sama dengan orang lain. Gaya belajar merupakan kunci untuk mengembangkan potensi seseorang.
Rita Dunn (Bobbi De porter et. all, 2005:110) menemukan banyak variable yang mempengaruhi cara belajar orang. Variable tersebut mencakup faktor-faktor fisik, emosional, sosiologis dan lingkungan.
Sementara Bobbi De porter et. all (2005:110) membagi gaya belajar berdasarkan modalitas seseorang menjadi tiga kelompok, yaitu:
- Gaya belajar visual (belajar dengan cara melihat)
- Gaya belajar Auditorial (belajar dengan cara mendengar)
- Gaya belajar kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh.
2. Pembelajaran
a. Pengertian Pembelajaran
“Pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” (M Surya, 2003:11).
Keseluruhan yang dimaksud, meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Hal ini sejalan dengan taksonomi Bloom (E. Mulyana, 2001:110) yang mengelompokkan tujuan pembelajaran sebagai berikut:
- Domain Kognitif, meliputi: pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.
- Domain Afektif, meliputi: menerima, menanggapi, menghargai, mengatur dan mengkaraktisasi.
- Domain psikomotorik, meliputi: persepsi, mekanisme, respon terbimbing, kemahiran, adaptasi, dan orginalisasi.
b. Proses Pembelajaran
“Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan interaksi dinamis antara siswa dengan guru dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan” (Syamsu Yusuf et.all, 1993:34)
B. PAKEM
1. Pengertian PAKEM
“PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. (akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/22/)
Dari kepanjangannya PAKEM Suwarto (war2nyahoo.blogspot.com/2010/02) mengemukakan empat ciri-ciri Pembelajaran Aktif, Kreatif , Efektif, Menyenangkan.
a. Aktif.
Ciri aktif dalam PAKEM berarti dalam pembelajaran memungkinkan siswa berinteraksi secara aktif dengan lingkungan, memanipulasi objek-objek yang ada di dalamnya serta mengamati pengaruh dari manipulasi yang sudah dilakukan. Guru terlibat secara aktif dalam merancang, melaksanakan maupun mengevaluasi proses pembelajarannya. Guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang mendukung (kondusif) sehingga siswa aktif bertanya.
b. Kreatif
Kreatif merupakan ciri ke-2 dari PAKEM yang artinya pembelajaran yang membangun kreativitas siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan, bahan ajar serta sesama siswa lainnya terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas pembelajarannya.Gurupun dituntut untuk kreatif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Guru diharapkan mampu menciptakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa.
c. Efektif
Ciri ketiga pembelajaran PAKEM adalah efektif . Maksudnya pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
d. Menyenangkan
Menyenangkan merupakan ciri ke empat dari PAKEM dengan maksud pembelajaran dirancang untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Menyenangkan berarti tidak membelenggu, sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada pembelajaran, dengan demikian waktu untuk mencurahkan perhatian (time of task) siswa menjadi tinggi. Dengan demikian diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Sudrajat (wordpress.com/2008/01/22) memberikan garis besar gambaran PAKEM adalah sebagai berikut:
a. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
b. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa,
Gc. uru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
d. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
e. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya
2. Rambu-rambu PAKEM
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM, yaitu :
a. Memahami sifat yang dimiliki anak,
b. Mengenal anak secara perorangan,
c. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar,
d. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah,
e. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik,
f. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar,
g. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar,
h. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental
(Agus Wuryanto:salam02.wordpress.com/2009/02/11)
3. Pelaksanaan PAKEM
Kemampuan Guru yang harus dikuasai dalam pelaksanaan Pembelajaran PAKEM, yaitu:
a. Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam, Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misal: Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar, Studi kasus, Nara sumber, Lingkungan.
b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Siswa: Melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancara. Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri,Menarik kesimpulan, Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri, Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri
c. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Melalui:Diskusi, Lebih banyak pertanyaan terbuka, Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri
d. Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu. Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan
e. Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari. Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus.
f. Guru memantau kerja siswa
g. Guru memberikan umpan balik
(Agus Wuryanto:salam02.wordpress.com/2009/02/22)
C. Metode Interaktif
1. Pengertian Interaktif
Interaktif didefinisikan sebagai “kemampuan sistem/program yang bisa menanyakan sesuatu pada pengguna (mengadakan tanya jawab), kemudian mengambil tindakan berdasarkan respon tersebut.” (http://www.total.or.id/info.php?kk=interactive).
Kata interaktif merupakan kata sifat yang berasal dari kata dasar interasi. Interaksi didefinisiakan oleh Pius A Partanto et.all (1994:125), sebagai “pengaruh timbal balik atau saling mempengaruhi satu sama lain.”
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode interaktif adalah metode pembelajaran yang mengedepankan komunikasi dua arah (two ways system) antara siswa dengan guru, sehingga semua komponen yang ada (siswa dan guru) terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
2. Ruang Lingkup Metode Interaktif
Ihat Hatimah (2000:61) mengelompokkan jenis metode dua arah (interaktif) sebagai berikut:
a. Metode Tanya Jawab
b. Metode Brainstorming
c. Metode Sambutan Melingkar
d. Metode Penugasan
e. Metode Latihan
Metode Interaktif ini sejalan dengan Model Quantum Teaching. Bobbi De Porter et.all. (2004:5) merumuskan Model Quantum Teaching adalah “orkestrasi bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar”.
Dijelaskan pula bahwa model “Quantum Teaching” didasarkan pada azas utama “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka” serta bertumpu pada 5 (lima) prinsip interaktif, yaitu:
- Segalanya Berbicara.
- Segalanya Bertujuan.
- Pengalaman Sebelum Pemberian Nama.
- Akui Setiap Usaha.
- Jika Layak Dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan.
(Bobbi De Porter et.all, 2004:7)
Komentar Terakhir